PENYALURAN BANTUAN KORBAN GUNUNG MERAPI

Sejak Rabu pagi 3 November 2010, sejumlah perwakilan umat yang dipimpin Romo Chris selaku Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Tasikmalaya berangkat dengan membawa sejumlah besar barang – barang bantuan, seperti selimut, tikar, alat – alat mandi, beras, pakaian layak pakai, mie instan, susu formula bagi anak – anak dan masih banyak lagi yang totalnya bernilai kurang lebih 30 juta rupiah. Bantuan lebih difokuskan pada barang – barang yang benar – benar sangat dibutuhkan oleh para korban meletusnnya gunung Merapi sejak tanggal 26 Oktober 2010 lalu.

Perjalanan yang menyita tenaga dan dengan rasa was – was, apakah nanti didaerah Yogyakarta akan bakal disergap hujan abu vulkanik gunung Merapi yang sangat pekat dan menyesakkan pernapasan. Pikiran itulah yang kerap membanyangi kami semua, dengan tak lepas dari kontak dengan sanak keluarga yang ada di Tasikmalaya untuk sekedar mengabarkan situasi terkini keadaan kami.

Dan sejak pukul 15.00 WIB, kami tiba di seputaran kota Yogyakarta yang disambut dengan guyuran hujan yang cukup lebat. Dan situasi yang seperti inilah yang sangat membantu mengatasi keadaan akan kekhawatiran kami tentang paparan hujan abu vulkanik gunung Merapi.

Sangat tenang hati kami, dan manjadi sejuk udara didaerah Yogyakarta.

Tetapi melihat kondisi lalulintas jalan raya menuju dan dari Gunung Merapi ketika kami sudah berada di jalan Kaliurang yang cukup padat, karena banyak kendaraan roda dua dan roda empat yang turun dari daerah atas Kaliurang yang berada dekat dengan Gunung Merapi menuju arah kota Yogyakarta dengan terburu – buru.

Sebab sejak pukul 15.20 WIB menurut kabar media elektronik yang menyiarkan, mengabarkan bahwa Gunung Merapi meletus kembali. Dan tak ayal membuat kami menjadi bertanya – tanya bagaimana daerah Pakem yang menjadi tujuan kami, apakah juga terkena dampak awan panas atau guguran debu vulkanik Merapi?

Dan kami sendiri melihat bagaimana para petugas kepolisian dan aparat lainnya dengan sigap dibawah guyuran hujan lebat untuk mengatur arus lalu lintas agar bisa berjalan tertib, tidak timbul kemacetan dan kecelakaan karena situasi panik dari para warga yang mencoba menghindari semburan letusan gunung Merapi.

Dan pukul 17.00 WIB kami tiba di Paroki Santa Maria Assumpta, Jalan Kaliurang Km 17 Pakem – Yogyakarta dengan hujan air yang masih mengguyur.

Gereja Pakem sendiri masih berbenah renovasi saat kami tiba, sehingga kondisi masih kurang nyaman untuk berdoa atau sekedar mengambil air dari sumber sumur kitiran mas, seusai bongkar muat barang – barang yang kami angkut dengan sebuah truk dari Tasikmalaya.

Melihat gudang penyimpanan stock barang bantuan di Paroki Santa Maria Assumpta Pakem, cukup melegakan, dalam arti bisa mencukupi untuk beberapa waktu lamanya bagi warga korban yang minimal berada di seputaran Paroki Santa Maria Assumpta Pakem.

Sebab Paroki Santa Maria Assumpta Pakem sendiri, tak lepas dari umat – umatnya sendiri juga berjuang dan bergumul dengan kondisi yang juga sebagai korban letusan gunung Merapi.

Dan Romo Saji, Pr yang menjadi Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Pakem sore itu sulit dihubungi melalaui telepon seluler, karena beliau juga baru turun dari daerah atas yang cukup sibuk berkoordinasi dengan pihak – pihak yang berkaitan.

Toh, pada akhirnya Romo Chris selaku pimpinan rombongan dan kami bisa berjumpa dan berbincang – bincang juga dengan Romo Saji, Pr.

Setelah itu, salah satu rekan kami yang merupakan warga asli Pakem tidak turut lagi dalam barisan rombongan kami, karena beliau memilih untuk menengok beberapa hari lamanya kondisi rumah dan sanak saudaranya didaerah Pakem yang berjarak kurang lebih 20 Km dari Gunung Merapi.

Dari tempat kami menginap didaerah Kentungan, yang cukup jauh dari gunung Merapi pun tetap bisa mendengar gemuruh dan kilatan dari arah Merapi yang sedang meningkat aktifitas erupsinya pukul 21.00 WIB Rabu malam itu.

Puncak gunung Merapi tidak terlihat sebab sedang diselimuti awan kabut, tetapi kilatan cahaya dan suara gemuruh gunung Merapi yang tidak putus – putusnya hingga sampai pagi dini hari.

Pagi harinya, Kamis 4 November 2010 pukul 6.30 WIB tampak awan yang menggumpal jelas berasal dari letusan gunung Merapi yang bergemuruh itu.

Semoga saja, bencana alam meletusnya gunung Merapi bisa segera surut dan masyarakat bisa hidup normal kembali.

About these ads

One response to “PENYALURAN BANTUAN KORBAN GUNUNG MERAPI

  1. Akhirnya … apa yang kita upayakan bersama-sama umat Tasikmalaya… bisa sampai dengan selamat di tempat yang dituju.. semoga dapat sedikitmambantu mereka yang tertimpa musibah…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s