IBADAT SABDA KELOMPOK SISWA KATOLIK

Kamis 4 Agustus 2011, pukul 18.00 WIB di aula dalam Gereja diselenggarakan acara KSK  (Kelompok Siswa Katolik) Paroki Hati Kudus Yesus Tasikmalaya untuk berkumpul berdoa bersama sekaligus seremoni penggantian pengurus baru, demikian keterangan Bapak Chandra sebagai wakil dari Pengurus DPP yang hadir sejak dari awal Ibadat di mulai.

KSK sendiri merupakan wadah dari siswa – siswi Katolik yang belajar menuntut ilmu disekolah – sekolah yang non Katolik di seputaran Kota Tasikmalaya. Mereka anak – anak muda seusia SMA yang berupaya untuk tetap belajar ditengah – tengah kondisi yang umumnya masih terbatas dan untuk mendapatkan pelajaran Agama Katolik setiap minggunya berkumpul diruangan yang tersedia di kompleks Gereja.

Renungan yang dibawakan oleh saudara Frans, diambil dari Injil Markus 10:46 – 52, Bartimeus yang buta.

ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”

Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”

Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!”

Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”

Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?”

Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”

Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!”

Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Permenungan yang didapatkan, kerap kali kita mengalami kebutaan yang bukan secara fisik. Kebutaan itu, bisa buta hati, buta telinga, buta Iman, dan seperti ungkapan siswa yang bernama Jacky mengatakan secara spontan, “kita sering mengalami buta cinta, artinya sering kita memilih – milih teman, sahabat, suka membeda – bedakan terhadap orang lain”.

Kebutaan yang menghinggapi diri pribadi, misalnya bisa menjadi sombong, merasa paling terbaik, ingin menang sendiri, selalu berpikiran negatif, bahkan merasa tidak dicintai Tuhan lagi.

Kita diajak untuk belajar, apalagi sebagai anak – anak muda masih banyak waktu dan jalan masih panjang untuk memperbaiki diri, menata diri lebih baik lagi dengan datang kepada Tuhan melepaskan kebutaan – kebutaan yang menjadikan kearah diri lebih terbuka, mawas diri, dan rendah hati, untuk dibentuk lebih baru kembali sesuai dengan kehendak Tuhan.

Tetap Semangat dan Rajin Belajar Karena Tuhan!

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s