KURSUS EVANGELISASI PRIBADI XI

Pertemuan Kesebelas

Dalam pertemuan yang Kesebelas Kursus Evangelisasi Pribadi, hari Sabtu 20 Agustus 2011 dengan pengajar Bapak John Sumera seusai Perayaan Ekaristi Sabtu sore, lebih banyak sharing yang menjadikan suasana jadi “panas”. Karena apa?

Beberapa peserta yang datang tak mau begitu saja melewati kesempatan yang diberikan berbicara mengungkapkan dari isi seputar bahan materi yang disampaikan dan sharing atas evaluasi dari kunjungan rumah yang merupakan bagian dari tugas yang diberikan pada pertemuan sebelumnya. Suasana cukup alot dan menjadi mundur waktu dari jadawal yang seharusnya sudah memasuki Evaluasi Misi Evangelisasi. Namun dengan sabar dan lugas oleh Bapak John Sumera setiap pertanyaan dan sanggahan yang timbul dijawab agar para peserta semakin paham dan mendapat gambaran yang utuh bahwa dengan Evaluasi Misi Evangelisasi ini bukan akan membuat hambatan bagi “kelulusan” para peserta melainkan menjadi input balik bagi Sekolah Evangelisasi Pribadi Shekinah Jakarta untuk melihat sejauh mana para pengajar bisa menyampaikan materi sehingga dapat dipahami, dimengerti oleh para peserta dan bagi peserta sendiri ada keseriusan diri untuk menerimanya dengan baik.

Bapak John Sumera tidak datang sendiri ke Tasikmalaya, melainkan bersama – sama dengan “ajudannya” yaitu istri yang dengan setia mendampingi dan mendoakan ketika selama didalam perjalanan dari Jakarta ke Tasikmalaya tak sedikit menemui kendala. Sebab bagi orang yang sudah berusia diatas 60 tahun akan mendapat kesulitan yang “khas” dan ditambah lagi kendala belum pernah sama sekali pergi ke Tasikmalaya. Dan lanjut Bapak John Sumera, yang memiliki latar belakang bekerja dulunya didunia perbankan ini menegaskan ketika dimana saja, kapan saja saat mengajar menganggap murid – murid sebagai mitra dan mengharapkan ada keakraban dengan berani bertanya untuk menggali lebih dalam lagi apa yang belum dipahami.

Dukungan dari keluarga sangat penting, manakala setiap usaha untuk mengarah kepada perubahan yang baik didasari dengan doa. Dengan berdoa yang memiliki kuasa besar itu, akan menjadi kekuatan seseorang untuk bisa melewati masa – masa menempuh waktu mengikuti KEP ini yang tak sebentar, kira – kira hampir 2 bulan. Idealnya mengajak manusia menjadi manusia yang baru, namun setidaknya minimal didalam pribadi diri kita bisa berubah sehingga dengan sendirinya bisa merubah keluarga, merubah tetangga – tetangga dengan tidak mudah marah, tersinggung, iri dengki, dan sebagainya.

Dan jika diakhir KEP ada retret maka tujuannya adalah untuk mengoreksi diri dan sejauh mana kesiapan diri masing – masing melangkah pada tahap selanjutnya. Kunjungan ke rumah bersama patner/rekan kerja bertujuan melatih diri dengan didasari doa, sebab sekali diingatkan bahwa doa itu juga ada kuasanya.

“Kalau boleh jujur saya sudah mengikuti KEP sebanyak 4 kali. Ada kerinduan hati, untuk melayani ketika menyapa dan berkunjung ke rumah orang lain dan rasanya pun tak masalah jika mendapat penolakan karena saya telah mengenal Kristus dan pandangan mata saya tertuju kepada Kristus, belajar tidak sakit hati dan marah jika ditolak”, ungkap Ibu Cu Sen yang aktif di kegiatan PDKK Paroki Hati Kudus Yesus Tasikmalaya dan sebagai ketua koordinator.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s